Kini gedung SD Neg Marihat Huluan riwayatmu dulu. SD ini menurut St TR
Ambarita (Op Pratama) pernah berjaya saat mereka dulu ikut mengajar
disana.
Lihatlah bangunannya kini sangat memprihatinkan!! Bangku-bangku – kalau
masih bisa dikatakan sebagai bangku belajar – disana sini berserakan
dan tidak ada yang betul-betul utuh untuk dikatakan sebagai kursi di
sekolahan. Apalagi lemari, tidak ada lemari. Kayu-kayu berserakan dan
papan menggantung hampir jatuh tempat penulisan pelajaran kehidupan itu,
tak teratur. Tidak ada jendela yang betul-betul jendela; semuanya
dipaku mati dengan kayu atau broti yang melintang supaya siswa rupanya
tidak melompat dan menerjangnya keluar seperti kerbau atau maaf..pinahan
lobu mangangkat sian lobuna.
Ini beritanya selama kepemimpinan Napitu yang memang rada kurang
mengerti tentang pekerjaannya. “Olo do on mulak-mulak sian dalan antong,
holan patangitangi barita molo marrapot di Dikjar”, kata Op Pratama
lagi. Lagi pula sebenarnya kan ada dana untuk rehabilitasi gedung atau
bangunan sekolah; tapi itu mungkin dialihkan kepada peggantian STTB
murid karena apa memang karena Napitu tidak bisa menulis STTB murid
katanya, psti selalu salah dan itu harus digantinya hahaha..
dikeluarkanlah biayanya dari dana rehabilitasi itu kan.
Padahal siswa/i nya ada yang datang dari Gn Hariahan bahkan dan
jumlahnya memang lumayan. Namun keadaan yang sangat memprihatinkan itu
piperparah lagi memang dengan keadaan SDM guru-guru tenaga pengajar di
sana yang memang rata-rata kurang manusiawi.
Yang paling banyak belajar dengan keadaan itu adalah kerbau karena apa??
Karena kerbau lah yang paling banyak di giring masuk ke sekolahan itu;s
edangkan siswa/i cukuplah bermaian dan berlarian disana tanpa harus
takut nanti dimarahi oleh gurunya, apalagi kepala sekolahnya ya..
Sungguh memprihatinkan**
